Jumat, 19 Juni 2015

COLLECTING GEOMETRY, POI, & PA IN THE TORISM SPOT : PINK BEACH

POI, PA, GEOMETRY IN TANJUNG RINGGIT-EAST LOMBOK
Aktifitas Map Master Local Chapter Activity Lombok kali ini diawali dengan kegiatan mengumpulkan Poi, PA, dan Geometry di Kawasan Wisata Tanjung Tinggit-Kaliantan yang telah dijadwalkan pada tanggal 10 Mei 2015 saat Briefing awal 3 Mei 2015 yang lalu.
I.    PERSIAPAN

Tim sedang Briefing singkat sebelum melaksanakan kegiatan
Masing-masing Anggota Tim mempersiapkan kebutuhan sesuai dengan tugas yang sudah ditentukan masing-masing, seperti Map Master yang bertugas mengkoordinir masing-masing anggotanya sesuai tugas dan mengkaji ulang rencana sebelumnya.
Untuk Bendahara, mengatur pendanaan dan pengeluaran sesuai kebutuhan, seperti berkooridinasi dengan Seksi Perlengkapan untuk mengatur kendaraan (Rent Car) beserta estimasi BBMnya. Juga berkoordinasi dengan Seksi Konsumsi untuk keperluan pembayaran dan pemesanan Makanan serta snack selama perjalanan. Tidak lupa juga berkoordinasi dengan Seksi Dokumentasi yang sekiranya membutuhkan pembelian baterai Kamera atau terkait dengan dokumentasi lainnya.
Seksi Perlengkapan mempersiapkan Kendaraan yang digunakan, berkoordinasi 2 hari sebelumya dengan CV. Maju Lestari untuk penyewaan Kendaraan jenis Minibus Toyota Kijang Innova dengan biaya sewa terlampir. Berkoordinasi 1 hari sebelumnya dengan Seksi Dokumentasi untuk perlengkapan Kamera, juga berkoordinasi dengan seluruh anggota untuk kesiapan peralatan seperti Handphone/Smartphone yang harus selalu dalam keadaan fullpower (Indikator baterai full dan Ketersediaan Memory). Tidak lupa juga mengingatkan seluruh anggota untuk membawa file dokumen yang sudah dibagikan oleh Map Master pada Briefing awal.

Seksi Konsumsi mempersiapkan segala yang berkaitan dengan kenyamanan Tim dalam beraktifitas yang khususnya dalam hal konsumsi. Menunjuk Rumah Makan Rizky Tanjung sebagai tempat untuk sarapan awal serta tempat untuk pemesanan Makanan yang akan dibawa ke Lokasi, sebagai inisiatif karena di Lokasi sulit ditemukan tempat Makan. Dan juga mempersiapkan cemilan selama perjalanan.
Sekretaris berkoordinasi dengan seluruh anggota Tim dan mencatat segala persiapankan yang direncanaan oleh masing-masing anggota, untuk kemudian sebagai dokumen persiapan apabila dibutuhkan untuk melaporkannya kepada Map Master atau Anggota yang lainnya bila dibutuhkan. Dan juga mempersiapkan catatan untuk menulis segala hal yang ditemukan dan yang dilakukan selama aktifitas.
II.   PELAKSANAAN
Kegiatan ini diawali dengan pengambilan Kendaraan di tempat sewa, yang diambil oleh Map Master, karena dari tim ini hanya Map Master yang bisa mengendarai kendaraan roda 4. Map Master diantar oleh Seksi Perlengkapan menggunakan Sepeda Motor. Di waktu yang bersamaan, anggota yang lain berkumpul di Rumah Sinar Kharisma (Bendahara) sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Setelah kendaraan diambil di tempat sewa, Map Master menuju tempat berkumpul untuk melakukan brieing singkat atas pengecekan persiapan Tim yang sebelumnya mengisi BBM dahulu di Pertamina Pancor. Setelah itu, Tim bergegas menuju ke Rumah Makan Rizky Tanjung untuk Sarapan pagi sebagai persiapan tenaga untuk menjalankan aktifitas. Sembari Sarapan pagi, Seksi Konsumsi juga memesan untuk membungkus makanan sebagai persiapan untuk makan siang di Lokasi, atas dasar alasan karena dilokasi sulit untuk mencari tempat makan.
Setelah tenaga mulai terisi, dan persiapan dianggap sudah matang, tepat pukul 09.00 WITA Tim segera berangkat menuju Lokasi. Jarak tempuh dari titik berangkat sampai ke titik di mana akan dimulainya pengumpulan data sekitar 23,5 Km yang dapat ditempuh selama 45 Menit, dan sangat akurat jika dibandingkan dengan pehitungan dari HERE Drive di mana saat itu Cuaca sangat serah.
Setelah sampai di titik di mana Tim mulai mengumpulkan data pada pukul 09.45 WITA (pemilihan titik ini didasari atas wilayah yang sudah dilewati oleh Map Master dalam mengumpulkan data sebelumnya pada saat Batch Challenge Tahun 2014 lalu), atas dasar pembagian tugas sebelumnya, di mana Map Master yang duduk di kursi kemudi sebagai Koordinator yang menunjukkan apakah Poi yang dilewati itu masuk ke dalam kategori. Sinar Kharisma PA duduk di kursi paling depan sebelah kiri yang bertugas untuk merecord data di sektor kiri dengan system Video yang nantinya akan di”capture” khusus untuk Poi saja. Begitu juga tugas untuk Orisela Aprilia bertugas merekam sektor Kanan, dengan duduk di Kursi tengah sebelah kanan. Sedangkan tugas untuk Rizky Istanto duduk di kursi belakang kiri, dan Dhinar Charisma Mentari duduk di kursi belakang kanan, berdua memiliki tugas mengambil Gambar/foto Poi yang ada di sector masing-masing. Sedangkan tugas untuk Lentera Jiwana AI adalah mencatat Poi yang dilewati sebagai pengingat dan penjelasan saat nanti akan menginput/merecord data ke mapcreator. Tugas merekam Video yang dilajukan Sinar dapat dilakukan juga secara bergantian oleh Rizky, karena Sinar juga ditugasnkan untuk merecord Geometry yang dilewati menggunakan aplikasi Hike & Bike.

Kegiatan Pembagian Tugas
Kecepatan Kendaraan yang digunakan saat pengumpulan data dengan cara yang sudah dijelaskan oleh Map Master di atas yaitu 10-20km/jam. Jarak tempuh sampai ke Ujung pertama di Pantai Kaliantan sebelum belok haluan kea rah Tanjung Ringgit sejauh 16 Km. untuk sampai ke Kaliantan sambil melakukan kegiatan berjalan dibutuhkan waktu sekitar 1 jam, sehingga tiba di Kaliantan tepat pada pukul 10.45 WITA. Tim langsung turun ke Pantai karena tidak sabar untuk menikmati keindahan Pantainya yang memiliki Pasir yang sangat putih bersih dan lembut, dengan deburan ombak yang menghasilkan buih putih dari air pantai yang terhampar biru. Namun Tim tidak bisa berlama-lama, dikarenakan cuaca yang sangat cerah dan terik, sehingga tim hanya bisa menikmati Pantai Kaliantan selama 15 menit dan tidak lupa untuk berfoto-foto.

Jalan Menuju Tanjung Tinggit, Tanjung Beloam, dan Pantai Pink

Pantai Kaliantan, Jerowaru
Tepat pada pukul 11.00 WITA, tim bertolak ke arah pantai Cemara. Sebelumnya, jalur untuk menuju ke Pantai Cemara ini sudah dilewati saat menuju ke kaliantan, namun dengan pertimbangan jalan untuk masuk ke Pantai Cemara masih berjarak 100 meter dari jalan utama, makan Tim menuju ke Pantai Kaliantan Terlebih dahulu. Begitu juga dengan jalur ke arah Tanjung Ringgit, Tanjung Beloam, dan Pantai Pink yang juga sudah dilewati, namun dengan dasar bahwa menuju ke Lokasi tersebut masih harus menempuh 14 Km lagi. Di pantai Cemara ini pemandangannya sangat indah, tidak beda jauh dengan Pantai Kaliantan, karena masih satu garis pantai dengan Pantai Kaliantan, sehingga airnya sangat biru jernih dan pasirnya putih bersih dan lembut. Di pantai cemara ini lebih teduh, karena 10 meter dari bibir pantai terdapat banyak pohon cemara yang sangat tinggi. Dan tepat 5 meter dari bibir pantai terdapat “berugak”, berbentuk seperti bale-bale yang tidak berdinding, tinggi alasnya 50 cm dari pasir, dan terbuat dari bamboo dengan beratapkan ilalang. “Berugak” di Pantai Cemara berjumlah 5 buah. Dan baiknya, pantai ini terdapat sekitar 3 orang penjaga, sehingga ada yang menjamin kebersihan pantai, terawatnya Berugak, dan terjaga kebersihan Toilet yang tersedia di kawasan Pantai Cemara itu, dengan biaya dibebankan sekaligus di dalam tiket masuknya yaitu Rp 5.000,- untuk sepeda motor dan Rp. 10.000,- untuk kendaraan roda 4. Tim tidak berlama-lama di Pantai Cemara, karena jam pada saat itu menunjukkan tepat pukul 11.30 WITA, sehingga Tim harus langsung bertolak ke Jalur yang menuju ke tujuan selanjutnya, yaitu menuju ke Tanjung Beloam, Tanjung Tinggit, dan pantai Pink.

Pantai Cemare
Jalur untuk menuju ke Tanjung Ringgit melewati beragam jenis jalanan, mulai dari jalur hotmix yang mulus, aspal pengerasan, sampai ke jalan yang berbatuan.Selama perjalanan sejauh 3 km, kita masih bisa menikmati jalan mulus hotmix. Namun setelah itu, kita harus melewati aspal pengerasan sejauh 10  km yang lumayan berkerikil dan bergelombang, dan sisanya sejauh 1 km ditempuh dengan jalan berbatuan untuk sampai di Tanjung Ringgit yang dimulai dari Portal Menuju Pantai Pink. Tanjung Ringgit merupakan tujuan yang paling ujung, yang ditempuh selama 45 menit jika dihitung mulai dari Persimpangan Jalan saat masuk ke Kawasan Sekaroh. Dengan jarak itu, bisa dikatakan lama karena jalur yang ditempuh yang tidak baik yang menyebabkan kendaraan hanya bisa memacu kecepatnnya sampai 30km/jam.
Dalam perjalanan Menuju Tanjung Tinggit, daerah wisata yang kita temui pertama kali adalah Tanjung Beloam setelah menempuh jarak 11 km dari jalan utama Pemongkong. Namun sayang, Tanjung Beloam yang dulunya merupakan Pantai bebas untuk public, sekarang sudah menjadi daerah penginapan dengan tema Botcamp yang dikelola oleh Investor Swedia, di mana untuk masuk ke kawasan ini harus menjadi tamu Penginapan yang mengharusnya untuk merogoh kocek dalam-dalam sedalam $ 430 USD untuk satu malamnya dengan segala fasilitas yang ada di dalamnya.

Pantai Tanjung Beloam

Setelah melanjutkan perjalanan sejauh 1,6 km, kita menemui jalur untuk menuju pantai Pink yang hanya tinggal belok haluan ke kiri saja yang melewati jalan rabat beton menurun sejauh 50 meter. Namun Tim lebih memilih untuk lanjut terlebih dahulu menuju Tanjung Ringgit sebagai ujung dari jalan tersebut yang hanya dengan melanjutkan perjalanan sejauh 1 km yang melewati jalan berbatuan yang bisa dikategorikan sebagai jalan rusak berat. Tanjung Ringgit ini merupakan kawasan Wisata Pantai, hanya saja kita tidak bisa menikmati Pantainya secara langsung, hanya bisa memandangnya saja, karena Tanjung Ringgit ini merupakan tebing dengan ketinggian sekitar 200 meter dari permukaan laut. Tapi pemandangannya sangat indah, da nada peninggalan Meriam Jepang dan juga Gua jepang.Sama halnya dengan Pantai Kaiantan, berhubung di Tanjung Ringgit pada saat itu sangat Panas, maka Tim tidak bisa berlama-lama dan segera bertolak ke Pantai Pink.

Tanjung Ringgit
Setiba di Pantai Pink, Tim langsung mencari lokasi yang teduh untuk memarkir kendaraan, dan juga tempat untuk tim beristirahat dan menikmati keindahan Pantai Pink ini. Ternyata di Pantai ini sudah mulai diramaikan oleh pengunjung. Kebersihan dan keindahan Pantai ini tetap terjaga, karena sudah ada masyarakat local yang sadar untuk mengelola pantai ini secara sederhana, dengan membuat pos penjagaan dengan portal yang terbuat dari bamboo.Dengan tiket masuk untuk 1 kendaraan roda dua dibebani dengan biaya Rp 5.000,- dan untuk roda 4 Rp. 10.000,- sudah cukup untuk membiayai kebersihannya. Di sinilah Tim bisa beristirahat, bermain, dan Santap siang dengan bekal yang didibawa dari Kota asal.Di sini kita bisa bermain pasir di pantai, melakukan snorkeling, atau bisa juga menyewa perahu yang ada di sekitar Pantai untuk menikmati segala bentuk wisata alam yang ada di sekitar kawasan Pantai Pink tersebut.Sekitar 1 Jam Tim beristirahat dan bermain, saat waktu tepat pada pukul 15.00 WITA maka TIM bersiap untuk kembali pulang ke Kota Asal.

Pantai Pink

Tidak ada komentar:

Posting Komentar